December 16, 2008 at 5:05 pm (Uncategorized)
Bulan November diawali dengan hadirnya dunia baru yang benar-benar baru menurutku. Dunia dimana aku menghadapi kenyataan. Dunia yang kudapat setelah melewati beberapa tahap yang menurutku sangat menguras tenaga dan pikiran. Dunia Kerja.
Aku mulai bekerja di perusahaan =S= pada tanggal 03 November 2008. Tertulis dikontrak yang telah kutandatangani, aku bekerja sebagai sales engineer dan masih harus melewati beberapa evaluasi hingga aku benar-benar diangkat menjadi karyawan tetap mereka. Aku harus melewati masa-masa training selama 1 tahun terhitung sejak tanggal aku mulai menginjakkan kakiku diGedung Ventura, gedung hijau yang terletak di selatan Jakarta, plus 2 tahun masa kontrakku sebagai implementasi dari hasil training yang sudah diberikan.
Masa training tersebut berisi tentang pengenalan perusahaan, pembelajaran K3, produk-produk yang dihasilkan dan ditawarkan kepada konsumen, hingga magang ditiap divisi yang ada. pada tiap-tiap akhir bulan diadakan review singkat kepadaku dan teman-temanku (MT’ers). Kami diberi waktu untuk menyampaikan hasil training yang telah kami dapatkan baik in class maupun pada saat on the job training.
Read the rest of this entry »
14 Comments
December 15, 2008 at 9:35 am (original, pujangga gila)
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
kan kubangun mimpi indahku bersamanya,
mimpi yang selama ini terhalang oleh senja
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
kan kuhabiskan sisa hidupku tuk mengenangnya,
mengenang kenangan manis air mata duka
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
kan kukubur semua nafsu amarahku dibawahnya,
jauh dibawah dosa yang mengukir lara
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
kan kuabadikan desah nafasku ketika dipeluknya,
pelukan hangat yang menghantarkan bulir cinta
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
lakukan saja dan jangan pertanyakan untuk apa,
karena ini janjiku padanya
janji yang mengikat kita
janji yang tertancap dijiwa
janji yang terucap bersama
janji yang satu
janji cinta..
siapkan sepetak tanah kecil dikaki merapi untukku
aku akan menunggu keajaiban untuk bisa kembali memeluknya
2 Comments
December 12, 2008 at 1:46 pm (Nggak jelas.., guyonan cuk.., pirates)
berita ini lagi santer-santernya beredar di internet..
ternyata kawanan pelaku bom bali masih hidup dan berkeliaran di indonesia..
banyak saksi hidup yang mengatakan melihat mereka berjalan bebas di mall-mall di jakarta, walaupun tidak berjalan bersama-sama lagi alias sendiri-sendiri, hmm..
foto-foto ini didapatkan dari sumber yang dapat dipercaya, dan telah membuktikan bahwa mereka masih hidup dan sehat wal afiat.. lihat saja senyumnya yang seolah-olah mengatakan bahwa inilah aku, dan aku masih sehat, tidak seperti yang diberitakan di televisi dan koran-koran tanah air..
Read the rest of this entry »
4 Comments
December 11, 2008 at 5:49 pm (Fakta, original)
ups, iseng-iseng ngutak-ngatik wordpress, ternyata ada hal yang menarik perhatianku, wordpress membuat kejutan menghadapi natal tahun ini dengan menampilkan efek salju pada tiap layanannya. kucoba dan ternyata benar, hahaha… salju-salju berjatuhan ketika blogku terbuka, kereen… tapi selidik punya selidik, ternyata layanan ini tersedia hanya sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 4 januari 2009… gakpapa, paling nggak sudah sempat mencicipi terobosan baru yang dibuat wordpress, hehe…
untuk teman-teman yang ingin menggunakan layanan ini cukup gampang mendapatkannya, hanya melakukan beberapa tahapan berikut :
- pergi ke halaman dashboard
- klik appearance -> extras
- beri tanda pada check box “Show falling snow on this blog.”
- dan coba buka halaman blog anda
- tadaaa, ada salju berjatuhan… hehehe…
Silakan mencoba…
2 Comments
December 11, 2008 at 4:20 pm (lirik lagu kenangan, original)
harusnya aku berlari saja
menghindari semua yang menyimpang
takkan kubiarkan diriku terus terlena dalam khayalku
ada saat aku tak berdaya
menghapuskan semua cerita
mungkinku berharap terlalu banyak
sedang dirimu terus berlalu
hatimu terlalu cepat berubah
sedang diriku terus mengharapkanmu
mungkinkah terulang masa-masa indah
yang akan membawamu kembali padaku
tak pernah terbayang kan terjadi
hanya penyesalan di hati
sanjak hanya ungkapan hati
tak cukup sudah tuk diriku
aku hancur lantak bagai debu
aku telanjang tanpa kasihmu
bibirku kering laksana berkarat
tempat teduhku hanya dirimu
oh permataku maafkanlah diriku
kubuat kau menangis
lupakan semua yang terjadi
anggap semua itu hanya mimpi
by : Java Jive
Leave a Comment
December 10, 2008 at 2:20 pm (Nggak jelas.., original)
Sudah memasuki bulan kedua aku bekerja disebuah perusahaan multinasional yang kata orang besar dan bonafit, tapi sampai sekarang aku masih belum mendapatkan kerjaan yang sebenarnya. Ibarat kata bulan kemarin aku makan gaji buta, hahaha…
Ngebayanginnya kayaknya makan gaji buta enak banget, ternyata nggak enak sama sekali. Ada beban yang melanda dihati ketika mendengar masih banyak orang-orang yang butuh pekerjaan karena mereka mampu mengerjakannya sedangkan aku disini hanya duduk menikmati udara dingin ber-AC sembari meminum secangkir milo hangat tanpa ada satupun kerjaan yang bisa kulakukan, tanpa ada sumbangsih ke perusahaan tapi mereka tetap membayarku walau dengan separuh gaji karyawan biasa, hmm…
Apa yang mereka cari dariku?
Apa yang mereka tunggu? Toh masih banyak diluar sana yang lebih berkompeten…
Tapi inilah sistematika yang mereka jalankan. Ya, aku masih harus menjalani masa-masa tanpa pekerjaan ini selama setahun kedepan. Masa-masa training yang sudah mereka susun sedemikian rupa sehingga mengharuskanku untuk mempelajari seluruh sistem manajemen mereka, menelan semua mentah-mentah untuk kemudian diolah menjadi makanan yang bermutu yang bisa dijual dengan harga yang tinggi. Mereka tidak butuh orang yang pintar, mereka tidak butuh orang yang kaya, tetapi mereka butuh orang yang mau dan mampu…
Berharap tetap semangat dan tetap ada yang menyemangatiku untuk menjalani semua, hmm…
14 Comments
December 9, 2008 at 1:13 pm (Fakta, W810, cerita, pirates)
EMPATI
By : Andy F. Noya
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji
dikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.
Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas
karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap
melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.
Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang
menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula
yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.
Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika
menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya
terlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment