bosan mengerjakan apa kerja membosankan ?

Sudah memasuki bulan kedua aku bekerja disebuah perusahaan multinasional yang kata orang besar dan bonafit, tapi sampai sekarang aku masih belum mendapatkan kerjaan yang sebenarnya. Ibarat kata bulan kemarin aku makan gaji buta, hahaha…

Ngebayanginnya kayaknya makan gaji buta enak banget, ternyata nggak enak sama sekali. Ada beban yang melanda dihati ketika mendengar masih banyak orang-orang yang butuh pekerjaan karena mereka mampu mengerjakannya sedangkan aku disini hanya duduk menikmati udara dingin ber-AC sembari meminum secangkir milo hangat tanpa ada satupun kerjaan yang bisa kulakukan, tanpa ada sumbangsih ke perusahaan tapi mereka tetap membayarku walau dengan separuh gaji karyawan biasa, hmm…

Apa yang mereka cari dariku?

Apa yang mereka tunggu? Toh masih banyak diluar sana yang lebih berkompeten…

Tapi inilah sistematika yang mereka jalankan. Ya, aku masih harus menjalani masa-masa tanpa pekerjaan ini selama setahun kedepan. Masa-masa training yang sudah mereka susun sedemikian rupa sehingga mengharuskanku untuk mempelajari seluruh sistem manajemen mereka, menelan semua mentah-mentah untuk kemudian diolah menjadi makanan yang bermutu yang bisa dijual dengan harga yang tinggi. Mereka tidak butuh orang yang pintar, mereka tidak butuh orang yang kaya, tetapi mereka butuh orang yang mau dan mampu…

Berharap tetap semangat dan tetap ada yang menyemangatiku untuk menjalani semua, hmm…

14 Comments

  1. aet-djo said,

    December 10, 2008 at 7:04 pm

    Minggat sendiri ato nunggu dipecat??? hahaha…

    Kamu tuh pantesnya kerja di hutan ato di puncak gunung! Gak pantes kerja kantoran! Kayak banci… (hahaha)

  2. justrangga said,

    December 11, 2008 at 8:27 am

    weits, sekali melawan pantang angkat tangan, itu prinsipku pak.. walaupun nantinya kalah dan bakal terseok-seok menjalaninya tetap harus dilakoni..
    ibaratnya kayak ngerjain skripsi, kalo’ udah ambil judul itu masa’ ya mo ganti judul laen, nggak kan?
    berjuang itu wajib hukumnya, dan aku nggak akan nyerah selama jantung masih berdetak, hahaha..

  3. cdqhk said,

    December 13, 2008 at 11:47 am

    sangar ngono komenmu ngga..
    hahahahaha..
    wis, di tlateni disik..
    sing sabar..

  4. December 13, 2008 at 7:27 pm

    iyo e diq, lha piye maneh telung taun je.. hahaha..
    kapan2 ajari aku moco single line diagram yo, mumet kie, haha..

  5. utz said,

    December 13, 2008 at 8:17 pm

    hihihi….jalani dululah cing. anggap aja 3 thn itu 3 hari, hehehe g bisa y…udah yg sabar aja…SEMANGAT trs……orang tua, tmn2 kamu pasti selalu dukung n beri kamu smgt kok.
    ayolah….seorang cacing yg aq kenalkan orangnya pantang menyerah. orang monitor udah rusak aja msh diuasahain di pake, walopun tkt meledak, tapi kamu punya cara buat antisipasi kan, hihihi helm ajaib.hehehehe…nah brarti tu semangatnya ada, tetep maju terus……
    ato mau tambah semangat lagi??? nee ada yg masih tertinggal di jogja, bawa aja buat penyemangat, hehehehe….

  6. utz said,

    December 13, 2008 at 8:21 pm

    Dan adalah karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karuniaNya (pada siang hari)dan agar kamu bersyukur padaNya (Q.S. Al-Qashash:73)🙂

  7. justrangga said,

    December 14, 2008 at 3:29 am

    3 tahun = 3 hari ?
    hmm.. seandainya bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan..
    sekarang ini aku cuma berpikir bagaimana caranya melewati fase 3 bulan ini dengan tidak membuat malu bu anna (general HR) yang telah mempercayaiku untuk menjalankan amanatnya, itu aja..
    walau harus dengan jalan ‘ngesot’ dan membuat kepala berdenyut keras, tetap harus usaha..
    kebetulan waktu training tentang Positive Mental Atitude kemarin aku dapet satu wisdom bagus dari peserta lain, “layang-layang bisa terbang tinggi karena ia berani menghadapi angin kencang yang menerpanya”, artinya semakin banyak masalah yang dialami seseorang, maka semakin matang dan dewasa cara berpikirnya, itu akan membawakan buah kesuksesan termanis padanya..
    yah, lumayan menginspirasilah, walaupun cuma sesaat tapi dicoba dimunculkan tiap saat.. hehe..

  8. December 15, 2008 at 8:46 am

    “layang-layang bisa terbang tinggi karena ia berani menghadapi angin kencang yang menerpanya”

    oke, thats good wisdom, but…

    hati2, angin yang terlalu kencang (badai) bisa “mengoyak” layang-layangmu hingga robek dan berlobang, “mematahkan” kerangka penyangga, dan “memutus” tali pengait.
    Akibatnya layang2mu akan terombang-ambing oleh badai dan akhirnya jatuh tersungkur di tanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

    Kalo maen layang-layang yg “safe” aja. Kita main saat cuaca cerah dengan kecepatan angin sedang-sedang saja yang penting layang-layang kita bisa terbang dengan wajar, itu akan lebih mengasyikkan.

    Emang untuk bisa bersaing hidup di dunia ini, kita butuh keberanian. Kalo tidak berani, kita bakalan ditindas. Tapi kita juga harus realistis “jangan konyol”. Maksimalkan semua yang kau punya!!! Dan persiapkan dulu dirimu sebelum menantang angin yang lebih kencang! Jangan ragu untuk menurunkan layang-layangmu saat badai atau hujan. Setelah reda boleh kita terbangkan lagi layang-layang kita. Jangan sampai layang-layang kita rusak, karena akan butuh waktu lama untuk bisa membuatnya kembali. Dan itupun blom pasti bisa terbang dengan baik.

    SEMANGADH KAWAN… hehehe…

  9. justrangga said,

    December 15, 2008 at 9:24 am

    hmm.. bener juga ucapanmu pak, ku kan pertimbangkan kembali..
    memang sih, kalau kita main layang-layang saat badai bahaya juga, bisa-bisa kena flu dan berakibat nggak bisa main layang-layang lagi, lha wong sakit, betul ndak, hehehe…
    (ini main layang-layang apa kerja sih…)

  10. December 15, 2008 at 10:06 am

    hahaha… kerjaanku kan maen layang-layang (jadul he3x…)

  11. cdqhk said,

    December 15, 2008 at 10:22 am

    insya Alloh ngga aye coba bantu.
    kalo aku ada waktu trus aku tahu apa yang kamu tanyain..oke..
    tapi aja digarapi lho aku..!
    hahahahaha…

    betull..!!
    setuju..!
    musti berani dengan apa yang akan kita hadapi..
    everything has its own risk..
    mau layang-layang, mau gundu, mau jethungan, mau ciblon dll..

    oke lah kita misalkan layang-layang.
    musti inget juga benang yang kita gunakan..!
    aye ibaratkan kalau benang ini adalah background kita.
    teknik fisika UGM.
    nah, menuruku, kita udah pake benang yang bagus, bukan benang jahit biasa, bukan sekedar benang gelasan juga..!
    tapi kita punya benang jeans, gelasan lagii..!!!!

    tinggal kita, maininnya gimana..!
    kita udah punya modal yang lebih dari cukup untuk menerbangkan layang2..
    tinggal kita lihat, angin, cuaca dan musuh kita..
    apakah kita akan menyerah hanya karena layang2 kita bentuknya segi empat sedangkan yang lain berbentuk naga?
    apakah kita akan mundur begitu saja karena kita baru pertama kali main layang2?

    kok aku dadi puitis ngene ki piye..?
    ketularan rangga ki..
    wkwkwkwkwkwkwkwk..

  12. A Wizard said,

    December 15, 2008 at 10:46 am

    Sebagai sama2 pemakan gaji buta yang siap2 menerima gaji buta keduanya, diriku juga merasakan hal yang sama… :p

    Hidup terus berjalan pak, apapun kesempatan itu harus kita ambil,
    kata pak super (mario teguh), kesempatan itu jangan pake kata berani, berani mengambil kesempatan, tapi ambillah kesempatan…

    Dalam satu kisah juga terjadi begini, saat kita menjadi seorang lelaki, sebagai kepala keluarga, kita perlu wanita untuk menjadi leher kita, mengarahkan kita untuk menjadi lebih baik…
    Kesimpulannya, segeralah menikah… >.<

  13. justrangga said,

    December 15, 2008 at 10:58 am

    oke oke, aku coba simpulkan ya..

    hal-hal yang harus diperhatikan saat akan ‘menerbangkan layang-layang’ :
    1. persiapkan jiwa dan raga, untuk ‘bermain layang-layang’ dibutuhkan faktor kesiapan mental dan spiritual. nggak mungkin kan orang sakit dan orang sarap maen layangan.
    2. survey kondisi lapangan, jika memungkinkan barulah mulai bermain. haya orang bodoh yang main layang-layang pas badai ataupun malam hari (kan nggak ada angin).
    3. siapkan peralatan perang, benang harus sesuai dengan layang-layang yang akan diterbangkan. topi, baju panjang dan aqua dingin hanyalah optional.
    4. minta izin sama ortu, biar dapet doa restu dan nggak diomelin kalo pulang malem-malem dengan kondisi baju kotor.
    5. ikut kursus bermain layang-layang, walau tidak mahir menerbangkannya setidaknya mengerti apa yang akan dilakukan ketika layang-layang akan jatuh dan ketika ada yang mencoba menjatuhkan.

    (semua yang dituliskan diatas bersifat multitafsir, dan dapat diterapkan dimana saja kita berada dan apa saja kerjaan yang kita lakukan, kembali lagi kepada sisi personal masing-masing bagaimana cara menafsirkannya)

  14. arie TONANG said,

    December 15, 2008 at 11:07 pm

    kok udah kesimpulan? aku mau comment nih. ya dah… gak jadi kalo gitu! hehehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: